Mei 8, 2021

Share and Protect

Desa Serang Terpilih Menjadi Delegasi Kabupaten Sumedang Dalam Program Desa Sabisa

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Dalam upaya memaksimalkan berbagai potensi desa, pada tanggal 7 sampai 10 April 2021 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggulirkan program Sakola Bisnis Desa atau SABISA di Hotel Lembang Asri Resort Kabupaten Bandung Barat.

Dalam program yang diikuti kepala desa dan direktur BUMDes dari seluruh Jawa Barat ini, para Kepala Desa mendapatkan berbagai pelatihan dari kalangan akademisi, para pelaku usaha, perbankan, serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Terluar (Kemendes PDTT)

Berdasarkan hasil seleksi dari 5.312 desa dan 4.921 Bumdes yang berada Provinsi Jawa Barat, hanya sekitar 100 desa/Bumdes yang berhasil terpilih untuk mengikuti program pelatihan untuk memaksimalkan sumber daya alam dan sosio-kultur yang dapat didayagunakan menjadi potensi ekonomi pedesaan ini.

Kepala Desa Serang, Welly Sanjaya (kiri) terlibat dalam acara Sakola Bisnis Desa atau SABISA di Hotel Lembang Asri Resort Kabupaten Bandung Barat, yang berlangsung pada  7 – 10 April 2021 lalu. Foto : Kantor Desa Serang Kabupaten Sumedang.

Yang patut dibanggakan adalah, Desa Serang merupakan salah satu dari lima desa di Kabupaten Sumedang yang terpilih untuk hadir dalam acara tersebut.

Kepala Desa Serang, Welly Sanjaya saat ditemui oleh medkom.id menyatakan rasa bangga atas terpilihnya Desa Serang yang ia pimpin sebagai salah satu perwakilan dalam Probram Sabisa tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak Bupati yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mewakili Sumedang dalam pelatihan Sabisa di Provinsi Jawa Barat ini.” ujar Welly kepada medkom.id

Menurut Welly, program Sabisa ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi desa secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan kearifan lokal.

“Dengan program Sabisa ini, pada saatnya nanti setiap desa akan mampu memberi dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan, dan dengan tetap menjaga prinsip kearifan lokal.” sambungnya.

Menurut Welly, dari seluruh BUMDes yang ada di Jawa Barat, belum semua aparatur desa dan direktur BUMDes mampu menjalankan bisnisnya dengan baik.

“Hal ini sangat terkait dengan masih terbatasnya wawasan dan skill bisnis aparatur desa. Oleh karena itu, dengan adanya Program SABISA ini diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan bisnis BUMDes, sehingga bisa memberi kesejahteraan bagi masyarakat.” terangnya.

“Karena dalam pelatihan ini, kami mendapatkan pembekalan tentang cara menggali potensi desa seperti membuat dan menjual produk, serta menciptakan market.” lanjutnya lagi.

Welly Sanjaya berharap para kepala desa bisa saling berbagi pengetahuan dan kemudian bersinergi untuk mengetahui potensi dan kebutuhan masing-masing.

Sepulangnya dari pelatihan SABISA ini, Welly akan mengajak kepala desa dan pengelola BUMDes di Kabupaten Sumedang untuk menyusun rencana kerja secara bersama-sama.

“Melalui cara ini, saya berharap para penentu kebijakan ini bisa mengetahui kontekstual bisnis di masing-masing desa.” tandasnya.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •