Debt Collector Berusaha Merampas Mobil Rombongan Calon Pengantin

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ulah debt collector semakin meresahkan. Kali ini mereka beraksi mencegat dan berusaha merampas secara paksa mobil yang sedang digunakan untuk mengangkut pengantin di Bogor.

Dilansir dari otofemale.id, rombongan debt collector yang terdiri dari 5 orang itu, mencegat mobil rombongan pengantin dan memaksa supir Daihatsu Xenia untuk menyerahkan kendaraanya. Insiden tersebut terjadi pada pada hari Senin (24/6/2019).

Daihatsu Xenia yang membawa rombongan pengantin wanita dari Kawarang, Jabar itu hendak menuju ke Kampung Cikuda, Gunungputri, Bogor.

Menurut pengakuan salah satu rombongan, Ocih, sopir Daihatsu Xenia menolak turun karena disuruh menaiki angkot hingga keduanya terjadi adu mulut.

Permasalahan akhirnya diselesaikan Polsek Cileungsi, seperti yang diungkapkan Kapolsek Cileungsi, Kompol M Asep Fajar.

Bahwa memang sempat terjadi perampasan lantaran Daihatsu Xenia tersebut memang memiliki tunggakan dan permasalahan tersebut telah diselesaikan oleh pemilik mobil dan pihak deb collector.

“Sudah beres, buat surat pernyataan yang punya mobil, debt collector dan rombongan dan mereka saja minta dibawa ke polsek,” ungkap Kapolsek Cileungsi, Kompol M Asep Fajar yang dilansir Otofemale.id dari Kompas.com.

Ditegaskan juga bahwa kejadian tersebut tidak sampai membuat seorang anak penumpang Daihatsu Xenia jadi terlantar.

LEASING / FINANCE TIDAK BISA ASAL AMBIL KENDARAAN YANG MENUNGGAK

Debt collector tidak bisa sembarangan sita mobil tunggak kredit.

Apa yang dilakukan supir Daihatsu Xenia itu adalah tindakan yang benar dan harus dilakukan oleh setiap orang yang kendaraannya hendak diambil paksa debt collector.

Tindakan perampasan bisa bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335.

Dalam KUHP dijelaskan bahwa yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan.

So kalau hendak mengambil barang jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan negeri.

Bila memang kendaraan yang hendak dirampas adalah atas nama Anda, maka ingatkan kepada mereka bahwa kendaraan tersebut sah milik Anda, sesuai dengan STNK dan BPKB.

Kasus hutang piutang adalah adalah kasus perdata dan penyelesaiannya lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagih utang.

Bisa jadi pidana kalau para penagih utang merampas barang cicilan Anda, meneror, atau menganiaya Anda.

Meski sudah melakukan penyelesaian di kantor polisi, jangan titipkan mobil atau barang jaminan lain kepada polisi.

Pertahankan mobil atau barang jaminan tetap di tangan Anda sampai Anda melunasi atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan.

Yang patut disayangkan adalah aparat kepolisian yang tidak melakukan tindakan hukum terhadap para ‘pelanggar hukum’ tersebut. Padahal Kapolri sebagaimana diatur dalam Perkapolri no 8 tahun 2011 tentang pengamanan eksekusi barang jaminan fidusia, melarang tindakan penarikan kendaraan secara ilegal oleh debt collector.

Bahkan Polri sempat memerintahkan tembak ditempat debt collector yang merampas kendaraan.

Pihak yang memaksa menarik barang fidusia secara ilegal, dapat dikenakan pasal pidana perampasan dan pasal pasal lainnya.

Editor : Erix Right

Sumber berita asli


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *