Bupati Sumedang Imbau Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Saat Malam Tahun Baru

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Bupati Sumedang melakukan jumpa pers bersama jajaran Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sumedang. Jumpa Pers tersebut sebagai tindak lanjut monitoring pelaksanaan Perbup No. 128 Tahun 2020, di Mall Pelayanan Pulbik (MPP), jalan Prabu Geusan Ulun no 36, Kelurahan Regolwetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Sabtu (26/12) pukul 10.00 wib.

Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, didampingi oleh jubir Gugus tugas Dr. Iwa Kuswaeri, Sekda Herman Suryatman, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Dandim 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa, Dansubdenpom III-2/1 Sumedang Kapten CPM Eko Budiyanto memberikan keterangan perkembangan kasus situasi dan kondisi penyebaran Covid- 19 di Sumedang, yang semakin meningkat sehingga memasuki zona orange.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Sumedang, telah mengeluarkan Perbup No. 128 tahun 2020 (sebagai pengganti Perbup No. 74 tahun 2020), tentang Penerapan Sanksi menjadi langsung berat terhadap pelanggaran tertib kesehatan pelaksanaan AKB, guna penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Sumedang.

Ketetapan Perbup tersebut, mengingat adanya kelelahan pandemi (pandemik vertik) ditengah masyarakat saat ini, sehingga tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dinilai sudah mulai menurun.

Menurutnya Dony, ketetapan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19, mengingat jumlah kasus di setiap Kecamatan yang semakin merata dan penyebarannya semakin meningkat.

“Perlu sebuah ikhtiar upaya khusus, didalam meningkatkan kepatuhan, ketaatan, bagi perorangan maupun lembaga, institusi, dan pengelo usaha, agar taat, disiplin menerapkan protap sesuai protokol kesehatan. Dan memberikan efek jera bagi para pelanggar tersebut.” tegas Dony kepada para peliput berita yang hadir dalam jumpa pers tersebut.

Dalam Perbup No 128 tahun 2020 tersebut terdapat 11 pengenaan sanksi meliputi : Denda administratif mulai Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah), Teguran lisan, Teguran tertulis, jaminan Kartu Identitas, Kerja sosial, Penghentian sementara/ tetap kegiatan, pembekuan/ rekomendasi pembekuan izin usaha, pencabutan/ rekomendasi pencabutan sementara izin usaha dan pencabutan/ rekomendasi pencabutan izin usaha.

Atas capaiannya, Bupati berharap agar Perbup ini dapat diberlakukan secara efektif dengan bantuan semua pihak untuk mensosialisasikannya dan melakukan monitoring untuk menginsentifkan penegakan Perbup tersebut.

“Setelah sekian lama disosialisasikan, kami pun dalam hal ini, meminta bantuan dari rekan-rekan media untuk menyampaikannya kepada warga masyarakat,” terangnya.

Bupati pun menghimbau agar pada pergantian tahun baru 2021 warga masyarakat Sumedang tetap waspada menjaga diri dan keluarganya dari transmisi penularan dan penyebaran Covid- 19.

“Tidak ada perayaan tahun baru, lebih baik dirumah saja, jadikan moment tahun baru sebagai ajang evaluasi dan deteksi terhadap keberadaan hidup kita selama ini,” ujarnya.

Kapolres Sumedang menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengawal kebijakan dan membantu penegakan Perbup No. 128 tahun 2020, dalam upaya pencegahan Coronavirus Disease- 2019, di wilayah Kabupaten Sumedang.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres secara simbolis menyerahkan buku saku #infovaksin versi bahasa Sunda kepada Bupati Sumedang. Para awak media yang hadir pun turut mendapatkan buku tersebut.

“Kami mencermati situasi perkembangan akhir- akhir ini, akan adanya perubahan vaksinasi sesuai varian lama maupun varian baru, dengan solusinya tetap waspada dan disiplin menerapkan prosedur protokol kesehatan,” ujar Kapolres.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *