Mei 8, 2021

Share and Protect

Biaya LRT 1 km Rp 500 Miliar jadi Trending Topic Twitter Seusai Jusuf Kalla Marah

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tagar 1km500Miliar jadi Trending Twitter usai wakil presiden Jusuf Kalla marah lantaran dana pembangunan LRT mencapai Rp 500 miliar per kilometer.

Tagar 1km500Miliar ditulis netizen sebanyak 7.805 kali pada pukul 13.28 WIB.

Diketahui, pada bulan Juni 2018 silam, Fahri Hamzah‎ mengaku ganjil dengan tiang LRT yang tinggi.

Menurut Fahri seharusnya LRT dibangun bawah tanah saja, sehingga tidak perlu megeluarkan biaya untuk pemasangan tiang yang dianggap terlalu mahal.

“Tiangnya segini, mahal banget gitu. Curiga saya itu. Orang curiga. Saya juga curiga. Jelas saya ngeri tuh naik LRT. Kenapa engga ditaruh di bawah tanah aja,” tutur Fahri di DPR, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018).

Selain memakan biaya, menurutnya pemasang tia‎ng untuk LRT juga membahayakan dan menurut analisis yang didengarnya tidak diperlukan.

Lantas, kritikan Fahri Hamzah tersebut direspons oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Luhut tinggi tiang LRT untuk jalur layang sudah sesuai dan berdasarkan perhitungan yang panjang.

Bahkan Luhut menantang Fahri agar menghitung sendiri tinggi yang tepat dan anggaran yang dinilai pas untuk dicocokan dengan perhitungannya.

“Suruh dia hitung, bawa sini, saya cium kakinya kalau saya salah,” tegas Luhut di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

Luhut pun menjelaskan kalau model LRT yang digunakan di Indonesia sesuai dengan standar Internasional dengan mengikuti model LRT yang diterapkan di Perancis.

“Kami tuh pakai anak muda yang hitung semua kita pakai standar dari Perancis, jadinya model ini kita beli model yang dari Perancis yang bisa kita jual ke orang lain,” tutur Luhut.

Rupanya, kini terkait Kritikan Fahri Hamzah itu juga dilontarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla tampak geram lantaran pembagunan LRT memakan biaya 500 miliar per satu kilometer.

Jusuf Kalla mengaku bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Saya baru tadi pagi berbicara dengan Gubernur DKI, tentang bagaimana efisiensi transportasi di Jakarta,” ujar JK dalam sambutannya dalam pembukaan Rapat Kordinator Konsultan Indonesia, di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Ia berujar, dirinya dan Gubernur DKI Jakarta, Anies menguraikan sistem transportasi di DKI Jakarta dari tahun ke tahun.

“Tentu kalau tahun 70an, 80an, kita tinggal mendengar berteriak teriak, ya teman-teman itu lewat jalan Juanda segala macam. Sekarang semuanya lewat IT. Bagaimana dengan IT memahami itu semua,” tutur Wapres JK.

JK mengatakan, pembangunan LRT (Light Rail Train) di wilayah Bogor, Bekasi, dan Depok sebenarnya tak telalu efisien.

Sebab, pembangunannya berada di samping jalan tol.

“Dan biasanya light train itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah. Tapi bangunnya gitu,” ujarnya.

Selain itu, dana pembangunan yang mencapai Rp 500 miliar per kilometer juga dirasanya mahal.

Ia menilai, pembangunan proyek tersebut tidak menggunakan konsultan yang benar

Sehingga ke depan, ia berharap pembangunan transportasi dipikirkan lebih matang dengan menggunakan konsultan yang baik dan benar. (TribunJateng.com/Woro Seto)

Klik disini untuk halaman asli


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •