Bagaimana Cara Lepas dari Kecanduan Gawai?

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KOMPAS.com – Perkembangan teknologi memang membuat hidup kita semakin mudah. Sayangnya, jika kita tak mampu memanfaatkan dengan baik maka kita sendiri yang akan menjadi ‘korban’ dari perkembangan teknologi tersebut.

Munculnya smartphone atau gadget atau gawai, telah membawa kita menjadi ‘korban’ dari zaman yang serba mutakhir. Buktinya, sudah sulit bagi kita tidak bisa lepas dari benda yang namanya ponsel, bukan?

Bahkan, saat berkumpul bersama orang terkasih pun kita malah asyik mengambil foto, update media sosial, atau segala aktivitas lain. Aktivitas itu yang justru membuat kita sibuk sendiri daripada mengobrol dengan orang yang kita cintai.

Riset terbaru juga membuktikan, orang dewasa di Inggris memeriksa ponsel mereka 33 kali sehari. Sedangkan untuk remaja jumlahnya meningkat menjadi 90 kali sehari.

Hasil riset tersebut belum ada apa-apanya dibanding di Indonesia.

Menurut laporan BBC pada tahun 2014, penelitian dari lembaga survei di AS menunjukkan bahwa orang Indonesia adalah pengguna ponsel pintar nomor satu di dunia, dengan waktu pemakaian rata-rata 181 menit per hari.

Tentu, ada banyak dampak negatif jika kita tak bijak dalam penggunaan teknologi.

Contohnya saja, penggunaan gawai yang terlalu sering telah terbukti mempengaruhi kemampuan kita untuk membentuk kenangan baru, dan mempengaruhi fokus pikiran kita.

Belum lagi, hal itu berpengaruh pada kemampuan kita menyerap informasi.

Nah, bagaimana caranya untuk menghindari hal ini?

Menurut Catherine Price, seorang penulis buku How to Break Up With Your Phone: The 30-Day Plan to Take Back Your Life, ada beberapa cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk agar kita lebih bijak dalam menggunakan gawai.

Hal pertama yang disarankan Price adalah menetapkan batasan dan menjadi lebih sadar seberapa sering kita menggunakan smartphone ini.

Dia juga menyarankan agar kita mengunduh aplikasi yang dapat memantau kapan dan berapa lama waktu yang kita habiskan untuk ponsel.

Dengan cara seperti ini, kita akan lebih mneyadari hal-hal yang memicu penggunaan ponsel dan, sebagai hasilnya, kita mampu mengurangi intensitas kita dalam menggunakan ponsel.

Selain itu, ada baiknya kita juga menetapkan periode hari di mana kita bebas dari ponsel kesayangan kita.

Kita juga bisa mematikan ponsel kita hanya dalam 30 menit, atau membiarkannya di rumah saat kita jalan-jalan.

Langkah kecil ini dapat membantu kita untuk melakukan ‘detoks’ dari kecanduan gawai selama 24 jam penuh.

Cara lain untuk mengatasi hal ini adalah dengan menentukan ruang spesifik di mana kita dilarang membawa ponsel.

Salah satu area yang paling mudah dan paling efektif untuk melakukan hal ini adalah kamar tidur.

Menurut riset, menjauhkan ponsel dari kamar tidur dapat memperbaiki kualitas tidur kita. Cara ini sangat cocok bagi penderita insomnia.

Langkah sederhana seperti ini mampu membuat kita mengontrol diri sendiri dalam penggunaan ponsel.

Jadi, jika kamu biasa menggunakan ponselmu sebagai alarm agar kamu bisa bangun di pagi hari, sebaiknya kamu menggantinya dengan jam weker.

Lalu, hal terbesar yang membuat kita selalu ingin memeriksa ponsel adalah media sosial.

Untuk mengatasi masalah ini, kita harus mematikan pemberitahuan di ponsel kita atau merancang setting ponsel dalam mode diam atau pesawat terbang.

ARISKA PUSPITA ANGGRAINI
Sumber : www.kompas.com


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *