Anda Merasa Dirugikan Debt Collector Kartu Kredit? Simak Artikel Ini

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SUKON – Sering kita melihat atau mendengar tentang tindak tanduk dari para penagih utang yang acap kali bertindak kasar terhadap orang yang ditagihnya. Tak sedikit pula yang atas perbuatannya berujung di meja hijau. Keberadaan para penagih utang atau juga dikenal sebagai debt collector, bagi sebagian masyarakat dianggap sangat meresahkan, terutama untuk orang – orang yang mempunyai masalah dengan bank.

Masyarakat umumnya merasa resah dengan tatacara penagihan yang dilakukan oleh Debt Collector  yang dinilai tidak beretika. Ada yang  menagih lewat telepon maupun secara langsung, terkadang disertai dengan sumpah serapah dan kata-kata kasar lainnya.

Walau dianggap banyak merugikan, namun ternyata keberadaan para debt collector dalam penagihan kartu kredit ini  memang diperbolehkan oleh pemerintah. Khusus di bidang perbankan, memang ada peraturan perundang-undangan yang memungkinkan pihak bank (Penerbit Kartu Kredit) untuk melakukan penagihan kartu kredit dengan tenaga penagihan sendiri atau tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan.

Dalam sebuah sesi konsultasi di media hukumonline.com dijelaskan bahwa dalam melakukan penagihan Kartu Kredit baik menggunakan tenaga penagihan sendiri atau tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan, Penerbit Kartu Kredit (Bank) wajib memastikan bahwa tenaga penagihan diharuskan mematuhi pokok-pokok etika penagihan utang Kartu Kredit, antara lain:

  1. penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;
  2. penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
  3. penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
  4. penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;
  5. penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;
  6. penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit;
  7. penagihan di luar tempat dan/atau waktu tersebut di atas, hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu.

 

Lalu bagaimana dengan tindakan para debt collector yang sering berkata kasar kepada orang yang ditagihnya?

Berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana(“KUHP”), tindakan kekerasan yang dilakukan oleh debt collector sangat bisa dijerat hukum. Dalam hal debt collector tersebut menggunakan kata-kata kasar dan dilakukan di depan umum, maka ia bisa dipidana dengan pasal penghinaan, yaitu Pasal 310 KUHP:

Barangsiapa merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4500.

 

Selain itu, bisa juga digunakan Pasal 335 ayat (1) KUHP jo. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 1/PUU-XI/2013:

Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp.4500 barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

Jika merujuk kepada aturan diatas, memang keberadaan pihak ketiga yang diperintahkan oleh pihak bank untuk melakukan penagihan utang adalah sah. Namun seharusnya pihak bank juga harus melakukan pengawasan agar dalam melaksanakan tugasnya para penagih utang itu tidak sampai merugikan masyarakat. Dan yang terjadi sekarang pihak bank seolah membiarkan para debt collector tersebut bebas ‘berekspresi’ melakukan cara – cara yang salah. Seharusnya pihak bank juga memikirkan akibat – akibat psikologis masyarakat yang ditimbulkan dalam proses penagihan tersebut.

Dan jika anda merasa dipermalukan atau bahkan dirugikan oleh tindakan para debt collector tersebut, anda dapat melakukan pengaduan kepada pihak bank penerbit kartu tersebut, atau langsung kepada pihak berwajib.

 

Editor : (Erix Right )

 

Referensi : Hukumonline.com

 


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *