Ajaib! ATM Pecahan 100 ribu Bisa Keluarkan Uang 50 ribuan

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Batam, Sukon – Anda yang sering menggunakan fasilitas Anjung Tunai Mandiri atau ATM, mulai saat ini harus sedikit lebih berhati hati. Jangan sampai pengalaman kurang mengenakan yang dialami oleh salah satu nasabah di kota Batam dialami oleh anda pula.

Syafari Abidin, warga kota Batam menceritakan pengalaman pahitnya saat menggunakan mesin ATM kepada wartawan.

“Kronologinya begini bang. Sore itu saya mau beli barang secara COD-an di Aviari sekitar jam 17:00, Selasa” terang Syafari.

“Saat saya menunggu di Aviari itu, saya sempatkan ke atm BCA utk mengambil uang dan kebetulan atm ini khusus pecahan 100 ribuan. Karena yang sedang kosong cuma mesin itu, jadi saya pergunakan mesin ATM yang satu itu” lanjut Syafari.

Syafari kemudian menerangkan saat itu dia hendak menarik uang sebesar 500 ribu.

” Yang aneh, kemudian keluar uang pecahan 100 ribuan 4 lembar dan pecahan 50 ribuan 1lembar, sontak saya terkejut dan heran bang, kok bisa ada pecahan 50 ribuan?” ujar Syafari keheranan.

Padahal menurut Syafari, di ATM itu jelas tertera tulisan khusus pecahan 100 ribuan.

Mesin ATM yang diduga bermasalah.

Kemudian Yafari segera beritahukan kepada orang yang kebetulan sedang menggunakan ATM di sebelahnya. Kemudian ia juga turut melaporkan kepada security yang sedang berjaga ditempat itu. Namun oleh security, ia disarankan agar langsung melakukan pengaduan ke pihak bank BCA.

“Tadinya saya hendak langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak bank BCA, namun karena waktu udah sore sehingga bank BCA sudah tutup. Jadi saya belum bisa melaporkan kejadian ini ke pihak bank BCA.” sesal Syafari.

Syafari, dan mesin ATM yang diduga bermasalah. Foto: wajahbatamnews.com

“Mungkin besok selepas pulang kerja saya akan mendatangi office nya.” pungkas Yafari.

Produk-produk electronic banking seperti ATM, Kartu Kredit, Kartu Debit, internet Banking, SMS/Mobile Banking, Phone banking telah mendorong layanan perbankan menjadi lebih praktis. Baik dari sisi waktu maupun dari segi kemudahan bertransaksi.

Namun yang dialami oleh Syafari, telah menambah daftar panjang konsumen yang mengalami kerugian akibat buruknya kinerja pengelola mesin ATM.

Dlam menjaga kelangsungan roda perekonomian, konsumen menduduki posisi paling penting, namun ironisnya sebagai salah satu pelaku ekonomi, kedudukan konsumen sangat lemah dalam hal perlindungan hukumnya.

Termasuk dalam menggunakan kartu ATM. Sering kali hak-hak nasabah selaku konsumen tidak terlaksana dengan baik, yang menyebabkan nasabah menderita kerugian yang tidak sedikit.

Pertanggungjawaban Bank atas kerugian yang diderita nasabah dalam penggunaan kartu mesin ATM dianggap masih berbelit. Setiap pelaporan dari nasabah biasanya akan sekedar ditampung telebih dahulu, untuk kemudian nasabah dipersilakan menunggu beberapa waktu sebelum kemudian pihak bank memberikan solusi atas sebuah pengaduan.

Memang keberadaan mesin ATM ini adalah berkat adanya kerjasama antar bank dengan pihak ketiga, sehingga ketika timbul masalah pihak bank tidak bisa serta merta menjadi pihak yang paling bertanggungjawab ketika timbul masalah masalah seperti ini.

Namun seyogyanya, pihak bank sebagai penyedia layanan perbankan harus bertindak lebih responsif saat menerima pengaduan dari nasabah pengguna layanan mesin ATM.

Sampai berita ini dinaikan, Sukon belum berhasil mendapatkan keterangan dari pihak bank BCA setempat.

Reporter: Iwan Editor: Erix Right


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *