Waspadai Sambaran Petir. Berikut Cara Menghindarinya

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Indonesia kini sudah memasuki musim penghujan. Hujan deras beberapa waktu terakhir kerap terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hujan deras ini tak jarang disertai angin dan petir yang menyambar. Bahkan belakangan ini sambaran petir ini telah beberapa kali memakan korban meninggal maupun luka.

Baca: Anak Main Handphone Tewas Tersambar Petir? Ini Keterangan Ibunya

Lembaga ilmiah Amerika Serikat yang fokus di bidang kondisi laut, iklim dan atmosfer NOAA, memberikan beberapa hal yang harus dilakukan agar aman ketika petir menyambar. Berikut hal yang harus dilakukan ketika berada di luar ataupun di dalam ruangan:

Ketika berada di luar ruangan

1. Hindari bidang terbuka, puncak bukit atau puncak gunung.

2. Jika Anda berada di hutan, atau tinggal di dekat pohon tinggi, jauhi pohon-pohon yang tinggi dan tempat yang terisolasi atau benda-benda tinggi lainnya.

3. Jika Anda berada dalam suatu kelompok, menyebarlah dan hindari berjalan secara berkelompok.

4. Jika Anda berkemah di area terbuka, seperti di lembah, jurang, atau daerah rendah lainnya, perlu diingat, tenda tidak menawarkan perlindungan.

5. Jauhi air, benda basah, seperti tali, dan benda logam, seperti pagar dan tiang. Air dan logam tidak menarik petir, tapi mereka adalah konduktor listrik yang sangat baik. Arus dari kilat akan dengan mudah mengalirkan arus dengan jarak yang jauh.

Sementara, ketika berada di dalam ruangan:

1. Jauhi telepon yang terhubung dengan kabel. Anda dapat menggunakan telepon seluler atau nirkabel.

2. Jangan menyentuh peralatan listrik seperti komputer, TV, atau kabel. Anda dapat mengontrol  secara remote. Hindari saluran air. Jangan dulu mencuci tangan, mandi atau mencuci piring.

3. Jauhi jendela dan pintu yang mungkin memiliki kebocoran kecil di sekitar sisinya untuk membiarkan masuknya cahaya, dan jauhi teras.

4. Jangan berbaring di lantai beton atau bersandar pada dinding beton.

5. Lindungi hewan peliharaan Anda. Rumah anjing bukan tempat berlindung yang aman. Anjing yang dirantai ke pohon atau benda logam yang terpasang sangat rentan terhadap sambaran petir.

6. Lindungi properti Anda. Petir menghasilkan lonjakan listrik yang dapat merusak peralatan elektronik. Pelindung lonjakan tidak akan melindungi peralatan dari sambaran petir. American Meteorological Society memiliki tips untuk melindungi barang elektronik Anda dari petir. Jangan mencabut peralatan saat terjadi hujan petir karena ada risiko Anda bisa tersengat.

Rumah Tidak Sepenuhnya Aman Dari Sambaran Petir

Illustrasi Petir Menyambar Rumah. Foto: eksklusif

Berada di dalam rumah ketika hujan petir berlangsung ternyata tidak sepenuhnya aman. Petir mungkin tidak akan langsung menyambar ketika kita berada di dalam rumah. Tapi, listrik dari petir yang menyambar bisa dihantarkan oleh konduktor-konduktor listrik yang ada di rumah.

Rumah akan menjadi tempat yang aman selama hujan petir jika Anda menghindari perangkat yang menghantarkan listrik. Akan tetapi, berada di rumah bukan berarti sepenuhnya aman. Dalam ruangan pun, kita dikelilingi oleh alat elektronik yang membutuhkan listrik untuk bekerja. Komputer, televisi, telepon kabel, bahkan pengisi daya ponsel yang kita gunakan, bisa menjadi penghantar sengatan petir. Sebab, listrik bisa penghantar lewat tiang listrik dan serta pipa besi.

Sehingga, baiknya jauhi telepon kabel, tv kabel, komputer, dan segala perangkat listrik yang terhubung dengan kabel baiknya di lepaskan dari setop kontak. Namun, perangkat telepon genggam yang tidak langsung terhubung dengan listrik di rumah, masih aman untuk digunakan.

Penjelasan Ilmiah Tentang Munculnya Petir

Menilik ilmu sains, petir meninggalkan dampak bagi alam dan manusia. Ketika petir menyambar, sebaiknya menghindar dan mencari tempat tertutup untuk berlindung. Lalu bagaimana proses terciptanya petir? Berikut penjelasan dari BMKG.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), petir biasanya terbentuk dari awan petir atau yang secara ilmiah disebut cumulonimbus. Di dalam cumulonimbus, gesekan ion positif dan negatif menimbulkan listrik. 

Cumulonimbus terbentuk karena dorongan udara ke atas dari gunung yang lebih hangat di pagi hari dari laut yang dingin. Oleh sebab itu, jumlag petir yang menyambar biasanya tergantung kedekatan wilayah dengan gunung, laut atau selat.

Di Indonesia, Jabodetabek jadi daerah yang dengan sambaran petir terbanyak. jumlahnya melebihi Jepang dan Florida, AS. Lokasi dengan dataran tinggi yang banyak ditemui di Indonesia jadi tempat potensial pembentukan awan cumulonimbus.

Wajib diketahui pula, jarak petir dengan subjek ternyata tak menjamin seseorang bisa aman dari sambaran.

Meski petir terlihat jauh, hal itu tak menjamin seseorang aman dari sengatannya. Ahli Meteorologi Senior AccuWeather.com, Kristina Pydynowski, mengatakan bahwa petir bisa dideteksi lebih dari 32 km dari induk badai. Walau kasus ini sangat jarang terjadi, tapi sebaiknya anda tetap waspada apabila terjadi petir di jarak yang jauh dari tempat anda.

“Badai petir mungkin tidak langsung di atas kepala, tetapi Anda masih bisa terkena petir. Baut petir bisa menyerang orang dan bangunan yang berjarak 24 km dari badai,” kata Pydynowski.

Dia melanjutkan bahwa tempat paling aman untuk berlindung dari petir adalah ruangan tertutup seperti mobil. Namun, mereka yang ada di dalam mobil selama badai petir harus menghindari bersentuhan dengan bagian logam yang dapat menghantarkan listrik.

Namun jika seseorang berada di luar dan mendengar atau melihat badai petir, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah mencari tempat berlindung. Jangan berlindung di bawah pohon karena saat basah, kayunya bisa menghantarkan listrik.

Saat sudah menemukan tempat berteduh, jauhi jendelanya. Jangan buru-buru mandi pula ketika sudah sampai di tujuan. Sebab, air merupakan konduktor listrik yang baik. Terlebih, kamar mandi biasanya dilengkapi pipa yang juga bisa disengat petir.

Dikutip dari berbagai sumber. Editor : Erix Right


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *