5 Fakta Abu Walid, Algojo ISIS Asal Indonesia

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tidak banyak yang mengetahui bahwa terdapat anggota ISIS yang berasal dari Jawa Tengah yang menjadi algojo dalam organisasi tersebut. Namanya adalah Abu Walid alias Saifuddin. Berikut adalah beberapa fakta mengenai sang teroris.

1. Alumni Pesantren Ngruki

Abu Walid merupakan nama yang didapat sejak ia berbaiat dengan ISIS, sementara nama Indonesianya adalah Mohammed Yusop Karim Faiz atau lebih dikenal dengan nama Saifuddin. Ia lahir di desa Tempursari, Klaten, dan merupakan putra bungsu dari pasangan Basri dan Saidah.

Pengamat terorisme Sydney Jones menyebut Abu Walid adalah adik kandung dari ulama terkenal di Solo, yaitu Mu’inudinillah Basri, yang sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah kota Surakarta.

Abu Walid adalah lulusan Pondok Pesantren Ngruki bentukan Abu Bakar Ba’Asyir. Dia belajar selama empat tahun, namun tidak lulus Khuliaffatul Mua`limin (setingkat SMA). Sekolahnya kemudian dilanjutkan di Jatibarang, Purwokerto.

2. Imut tapi sadis

Meski dikenal sebagai algojo, penampilan Abu Walid tidaklah sangar seperti citra algojo di film-film. Badannya kecil, dadanya tidak bidang, dan tidak berotot, bahkan seringkali baju gamis yang dikenakannya terlihat kebesaran. Saat anggota ISIS lain memilih berjenggot, tidak dengan Abu Walid. Penampilannya yang kecil dan matanya yang sipit membuatnya sekilas terlihat seperti orang dari Asia Timur.

Namun, penampilan fisiknya tidak berkaitan dengan sifat sadis yang dimilikinya. Abu Walid dikenal sebagai orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang terekam kamera pernah menyembelih sandera. Aksi sadis itu terekam dalam sebuah video di mana ia berdiri sejajar dengan Abu Aun dari Malaysia dan Abu Abdurrahman dari Filipina, sementara di hadapan mereka terdapat tiga sandera dengan pakaian oranye yang duduk bersimpuh. Dalam video tersebut, Abu Walid menggorok sandera di hadapannya hingga tewas. Tak cukup sampai di situ, kepala sanderanya dipotong hingga putus.

3. Namanya besar di dunia teroris

Sosok Abu Walid pertama kali beredar di dunia maya lewat video bai’at (rekrut) yang tersebar di aplikasi perpesanan Telegram. Penyebaran video ini diberitakan oleh media-media Indonesia dan media Asia Tenggara seperti The Strait Times asal Singapura. Dalam video berdurasi 21 menit tersebut, ditegaskan bahwa keberadaan ISIS di Asia Tenggara bukanlah omong kosong.

Inti dari video tersebut adalah seruan bagi mereka yang tidak bisa berjihad ke Timur Tengah untuk mengalihkan jihad mereka ke Filipina Selatan. Abu Walid tampil dengan durasi 5 menit 33 detik dalam video itu, durasi panjangnya menunjukkan bahwa ia memiliki peran penting dalam organisasi.

Namun, jauh sebelum itu nama Abu Walid telah disebut dalam buku The Second Front: Inside Asia’s Most Dangerous Terrorist Network tulisan Kenneth J. Conboy yang dirilis tahun 2006. Kenneth menuliskan bahwa Abu Walid memiliki kedekatan dengan Noordin M. Top dan kerap pergi ke Filipina Selatan untuk menjalin komunikasi dengan Dulmatin.

4. Pernah dipenjara di Filipina

Abu Walid sempat dipenjara di Filipina pada tahun 2004 karena kedapatan tidak memiliki dokumen dan membawa senjata serta bahan peledak. Walid dipenjara selama 9 tahun sebelum dibebaskan dan dipulangkan oleh Pengadilan Filipina pada tahun 2013. Pasca bebas, ia hilang tanpa kabar. Namun kemudian ia muncul kembali dalam sebuah video ISIS, yang dalam video tersebut Abu Walid hanya sekedar tampil tanpa menyembelih sandera.

5. Tewas di Suriah

Abu Walid dikabarkan tewas dalam pertempuran di Suriah pada Januari 2019. Berdasarkan penuturan saudara kandungnya, Muinudinillah Basri, Abu Walid tewas akibat terkena pecahan peluru dalam sebuah insiden bersenjata. Pihak keluarga mengatakan mendapatkan informasi tersebut dari aplikasi perpesanan, bukan dari rilis resmi pemerintah.

Muinudinillah mengaku tidak tahu kapan tepatnya Abu Walid berangkat ke Suriah, namun ia memperkirakan sudah sejak tiga tahun lalu. Kabar tewasnya Abu Walid ini dibenarkan oleh Mabes Polri. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengkonfirmasi kabar tewasnya Abu Walid pada Senin (11/2).

Klik disini untuk halaman asli


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *