147 Negara Bahas Regulasi Jasa Transportasi Berbasis Online

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

NUSA DUA – Sebanyak 4000 delegasi dari 147 negara akan menghadiri Kongres Internasional ISO COPOLCO 2018 ke 40 diantaranya membahas regulasi transportasi jasa berbasis online di Nusa Dua, Bali.

Kongres Internasional ISO (International Standart Organization) COPOLCO berpusat di Jenewa Swiss.

Presiden Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) sebagai perwakilan resmi Indonesia di ISO COPOLCO di Jenewa, Swiss berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk Persiapan Penyelenggaraan Event Internasional Tersebut.

“Kongres ke 40 ISO COPOLCO 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 7-11 Mei 2018, “, ujar Nilson saat konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDC) Selasa (6/2/2018).

Nilson mengungkapkan tema yang akan diangkat pada kongres yaitu :”Perlindungan Konsumen terhadap Perdagangan Jasa dan Barang secara Online”. Dimana isu ini sangat hangat diperbincangkan saat ini.

Nilson mengungkapkan perlunya diciptakan aturan hukum yang jelas untuk melindungi konsumen yang menggunakan jasa online baik itu perdagangan barang, maupun jasa transportasi serta layanan online lainnya untuk memastikan agar konsumen tidak dirugikan.

Acara Kongres Internasional juga akan disertai dengan Kongres Nasional Perlindungan Konsumen untuk Layanan Online.

Diharapkan dengan adanya kongres ini akan ditetapkan suatu keputusan yang jelas dan kuat untuk perlindungan Konsumen di Indonesia.

Acara kongres akan dibuka secara Resmi oleh Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo. Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan RI dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) Juga akan menjadi Pemateri Pada Acara Kongres Ini.

Kongres Nasional perlindungan konsumen dan Iso copolco akan di hadiri 4.000 delegasi Nasional dan Internasional

Kongres akan menghasilkan sebuah resolisi yang akan taati oleh bangsa Indonesia dan dapat wajibkan kepada seluruh Negara di Dunia terkait perdagangan barang dan jasa online yang sampai saat belum ada regulasi yang dapat mengatur terkait perdagangan barang dan jasa online.(zal)

Sumber : http://kabardenpasar.com


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *