11 Debt Collector Disergap Polisi

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANDUNG – Belasan debt collector telah diciduk reserse Diterskrimum Polda Jabar di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung 14 Mei 2019.

Mereka ditangkap saat sedang berada di halaman sebuah kantor perusahaan pembiayaan atau leasing di Jalan Asia Afrika.

Adapun kronologi penangkapan belasan debt collector itu diceritakan oleh Yaya Sunjaya (37).

Yaya adalah warga Jalan Mengger, Kecamatan Pasawahan, Kota Bandung.

Ia merupakan korban dari debt collector itu.

Saat mengemudi Honda Jazz, ia dihampiri sejumlah debt collector.

Kala itu, Yaya sedang berada di Jalan Terusan Pasir Koja, Kota Bandung.

Ia baru saja meninggalkan rumah makan di Pasir Koja dan memasuki mobil miliknya.

Di sanalah Yaya dihampiri tiga orang bernama bernama Dede Sugara, Zamzam dan Henry.

Dede Sugara menanyakan tunggakan pembayaran kendaraan yang dikemudikan Yaya.Para tersangka kasus debt collector digiring polisi di Mapolda Jabar (Tribunjabar/Mega Nugraha)

Kemudian mobil Honda Jazz yang dikemudikan Yaya ditarik ke Leuwipanjang.

Dua orang yang meminta uang ini sempat membuka rangka mesin untuk mencocokkan dengan data yang ada pada mereka.

Di sana, Yaya juga dimintai uang Rp 9 juta.

Namun, Yaya hanya menyanggupi Rp 5 juta.

Ia mengakui memang menunggak cicilan.

Kendati demikian, tunggakannya tak sampai berbulan-bulan.

“Saya memang menunggak, tapi tidak sampai berbulan-bulan, Maret – April saya bayar cicilan, Mei ini memang belum. Tapi kan bukan berarti saya diperlakukan seperti ini,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (18/5/2019).

Setelahnya, ia pun dibawa ke kantor perusahaan pembiayaan atau leasing.

Kantor itu berada di Jalan Asia Afrika.

Di sela-sela mobilnya ditarik, Yaya melaporkan perbuatan debt collector itu ke polisi.

“Saat itu saya sudah dibawa ke kantor leasing di Jalan Asia Afrika, di halaman parkir, tiba-tiba polisi datang berteriak. ‘angkat tangan, jangan bergerak, tiarap semua’,” ujar Yaya.Ilustrasi debt collector (Pixabay.com)

Yaya mengatakan, ketika polisi datang, para debt collector langsung tiarap.

Sebagian dari mereka melarikan diri.

“Yang tiarap langsung diborgol,” kata Yaya.

Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Iksantyo Bagus mengatakan, dari 11 orang debt collector yang ditangkap, delapan orang ditahan.

Sementara, tiga orang lainnya wajib lapor saja.

Delapan tersangka ini yakni Iwan Nuriawan, Jamjam Sembada, Hendri Hendriawan, Dede Sugara Permana, Cecep Arif Hidayat, Ato Kodir, Hm dan Cis.

Semuanya berasal dari Kabupaten Bandung.

“Delapan tersangka dijerat Pasal 368, Pasal 378 dan Pasal 362 KUH Pidana,” ujar Iksantyo Bagus.

Lebih lanjut Iksantyo Bagus mengatakan, inisiator dari aksi itu adalah orang internal perusahaan.

Bahkan, inisiator itu sampai membuat surat penarikan kendaraan palsu.

“Inisiatornya tersangka In, dia orang internal perusahaan, dia yang merancang skenario hingga terjadi kasus ini. Mulai dari mencari data konsumen yang belum bayar, dia membuat surat penarikan kendaraan palsu,” katanya.

Iksantyo Bagus pun menjelaskan motif dari sejumlah debt collector itu.

Mereka, kata Iksantyo, memang mencari kendaraan yang bisa diolah jadi uang.

“Jadi motif mereka mencari kendaraan yang bisa diolah menjadi uang baik unitnya dijual ataupun pemilik kendaraan diminta uang dengan cara dipaksa,” ujarnya.

Di parkiran kantor leasing di Jalan Asia Afrika, polisi telah memasang garis polisi.

Pasalnya, di lokasi itu juga jadi tempat penyimpanan barang bukti unit tarikan oleh debt collector.

Polisi pun sempat menguji urine para pelaku.

“Karena saat penggeledahan di tas tersangka ditemukan bong sabu dan plastik sabu,” ujar Iksantyo.

Sumber Asli tribunnews.com. Klik disini untuk halaman asli


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *